11 Tahun tidak Bersama Sang Ibu
11 tahun sudah tidak bersama dengan ibu. Terakhir melihat ibu pada saat anak pertamanya kelas 5 Sd semester 2 dan keduanya adik yang hanya berbeda usia 2 tahun saja dari usia sang kaka.
Memang takdir dan keadaan yang ada di dunia ini semunya hanya takdir Tuhan kita tidak bisa menolak atau membencinya.
pada saat itu usia Adik nya yang ke 2 berusia 9 tahun dan adik nya yang ke 3 berusia 7 tahun. Mereka harus merasakan berpisah dengan ibu mereka pada saat mereka masih berusia cukup muda. Yang dimana masih membutuhkan sosok sang ibu.

Namun takdir berkata lain, Tuhan memiliki rencana dan takdir yang sudah di tuliskan, sehingga di usia seperti itu mereka harus berpisah dengan sang ibu.
Anak pertama dari 3 bersaudara menjadi kaka sekaligus sang pendengar bagi adik adik nya, kaka nya harus bertanggung jawab untuk mengurusi adik adik nya dan rumah nya. Yang dimana sang kaka pada saat itu baru berusia 11 tahun.
Berdasarkan kisahnya. Dia selalu membagi waktunya untuk belajar, bermain bersama sang adik, dan mengurus rumah nya. Singkat cerita waktu pun berlalu, sang kaka berserta adik ke keduanya SMP mereka pun pindah rumah ke dekat rumah bibi nya.
Walaupun tinggal dengan sang ayah, namun sang ayah sibuk berkerja. Di hari libur pun sang ayah memakai kegiatan libur nya hanya untuk mengurus rumah dan beristirahat dari hirup pikup lelah nya perkerjaan yang sudah dilalui.
Walaupun mereka pindah ke salah satu kawasan di kabupaten bogor tetapi mereka tetap pulang ke rumah neneknya saat seusai pulang sekolah dari SMP dan SD adik nya yang terakhir.
Mereka pulang ke rumah neneknya bukan tanpa alasan, mereka ke rumah nenek nya karena mereka harus mengaji di sana dan menemani sang nenek yang tinggal sendirian pada saat itu.

Namun takdir berkata lain, Tuhan memiliki rencana dan takdir yang sudah di tuliskan, sehingga di usia seperti itu mereka harus berpisah dengan sang ibu.
Anak pertama dari 3 bersaudara menjadi kaka sekaligus sang pendengar bagi adik adik nya, kaka nya harus bertanggung jawab untuk mengurusi adik adik nya dan rumah nya. Yang dimana sang kaka pada saat itu baru berusia 11 tahun.
Berdasarkan kisahnya. Dia selalu membagi waktunya untuk belajar, bermain bersama sang adik, dan mengurus rumah nya. Singkat cerita waktu pun berlalu, sang kaka berserta adik ke keduanya SMP mereka pun pindah rumah ke dekat rumah bibi nya.
Walaupun tinggal dengan sang ayah, namun sang ayah sibuk berkerja. Di hari libur pun sang ayah memakai kegiatan libur nya hanya untuk mengurus rumah dan beristirahat dari hirup pikup lelah nya perkerjaan yang sudah dilalui.
Walaupun mereka pindah ke salah satu kawasan di kabupaten bogor tetapi mereka tetap pulang ke rumah neneknya saat seusai pulang sekolah dari SMP dan SD adik nya yang terakhir.
Mereka pulang ke rumah neneknya bukan tanpa alasan, mereka ke rumah nenek nya karena mereka harus mengaji di sana dan menemani sang nenek yang tinggal sendirian pada saat itu.

Bukankah sangat sulit hidup jika menjadi sang kaka? Dia harus membagi waktu dengan melakukan banyak hal yang mungkin tidak semua anak atau orang yang pada saat berusia seperti sang kaka bisa melakukannya.
Walaupun kaka pertamanya dan kaka keduanya menolak pernikahan itu tapi tetap saja pernikahan itu di berlangsung karena dengan memikirkan adik ketiga atau anak yang terakhir yang masih membutuhkan kasih sayang sang ibu.
Komentar
Posting Komentar